Suatu hari di bulan Juni. Fajar samar-samar menyapa dari luar jendela.
Hari ini aku dibuat terkejut dengan pengendalian logika ku sendiri. Secara tidak sengaja, semalam sebelumnya mungkin sang logika tengah bernegosiasi dengan perasaan.
Aku memikirkan banyak hal. Aku menemukan fakta yang sebenarnya masih abu bagiku sendiri. Aku penasaran, apakah semua laki-laki itu sama saja? Menyukai visual terbuka dari sang lawan jenisnya? Dan apakah mereka tidak bisa sama sekali menahan penglihatannya?
Sebetulnya bukan kali pertama aku menemukan fakta tersebut darinya. Dulu pun aku sempat menanyakannya langsung pada sang narasumber utama.
Dulu, dia pun berkata bahwa,
Laki-laki itu makhluk dengan penglihatan yang langsung terhubung dengan hasratnya. Sesholeh apapun laki-laki, katanya, tentu pernah menikmati visual tersebut.
Entah aku yang naif, bodoh, atau polos. Aku terkejut bukan main. Bahkan hal tersebut divalidasi juga oleh saudara ku. Katanya ayahnya pun sama seperti demikian.
Selama 22 tahun, sejujurnya aku tidak tau laki-laki itu makhluk seperti apa. Hal yang ada didalam benakku, laki-laki itu sama saja seperti perempuan. Ku kira hasrat tersebut tidak terlalu dominan bersemayam di penglihatannya.
Aku mencoba untuk memakluminya. Karena


0 Comments